Hakikat Manusia dan Konsep Penciptaan dalam Islam

Esensi diciptakan oleh manusia dari sudut pandang Islam – Pada kesempatan kali ini Dutadakwah akan membahas tentang fitrah manusia. Apa yang menjadi pembahasan kali ini tentang apa esensi penciptaan manusia dari perspektif agama Islam secara singkat dan jelas. Silahkan baca review berikut dengan seksama.

Alam yang diciptakan manusia menurut pandangan Islam

 

Hakikat-Manusia-dan-Konsep-Penciptaan-dalam-Islam

Berikut Ini Telah Kami Kumpulkan Yang Bersumber Dari Laman https://www.dutadakwah.co.id/ Yang Akhirnya Saya Tuliskan Disini.

Manusia dan makhluk lain di alam semesta ini diciptakan oleh Allah SWt dengan maksud dan bukan tanpa tujuan. Manusia tidak hanya dibuat tanpa substansi dan substansi. Untuk mengetahui hakikat ciptaan manusia, pertama-tama kita harus mengetahui asal muasal penciptaan manusia. Sebagaimana kita ketahui, Allah menciptakan Adam sebagai manusia pertama dan memberinya tugas di bumi. Silakan lihat penjelasan di bawah ini untuk lebih jelasnya

Asal muasal ciptaan manusia

Menurut Ulama Abdurrahman an-Nahlawy, ada dua makhluk ciptaan manusia dari sumbernya. Yang pertama adalah asal atau sumber yang jauh yang mempengaruhi proses penciptaan manusia dari tanah dan kesempurnaan manusia dari tanah melalui hembusan roh. Asal usul yang kedua adalah penciptaan manusia dari sumber terdekat yaitu penciptaan manusia dari kuman, yaitu sel telur dan sperma.

Ciptaan manusia dari tanah

Berikut ini adalah ayat-ayat yang menggambarkan penciptaan manusia dari tanah

الذي أحسن كل شيء خلقه وبدأ خلق الإنسان من طين * ثم جعل نسله من سلالة من ماء مهلالة من ماءاا منين * م ألوا ل لو يواه ملع ون وورد ملع ملو يواه ملع ملو يواه ملع ون أفئوورد ملع ملوب ملع ملو يواأفئ ملع ملوب

Artinya: “Dia yang melakukan segala sesuatu yang menciptakan yang terbaik dan memulai penciptaan manusia dari tanah. Kemudian dia menghasilkan keturunan dari esensi air yang tercela, kemudian dia menyempurnakan dan menghembuskan (tubuh) rohnya (ciptaannya) dan membuat pendengaran, penglihatan dan hati (tetapi) sangat sedikit yang tidak tahu berterima kasih padamu. “(QS As-Prayer Mat 7-9)

إذ قال ربك للملائكة إني خالق بشرا من طين, ا سويته ونفخت من طين يا م ين طيا س نن سته يا سن سن سته يا س ن سن ته يا س ن سنت

Artinya: “(Ingat) ketika Tuhanmu berkata kepada malaikat:” Sesungguhnya, Aku akan menciptakan manusia dari bumi. Jadi ketika saya sudah menutup kejadian itu dan menutupinya dengan roh (ciptaan) saya; maka kamu harus berlutut. “(QS Shad ayat 71-72)

Karya manusia dari Nutfah

Penciptaan manusia dari Nutfah atau Mani disebutkan dalam ayat-ayat berikut

ولقد خلقنا الإنسان من سلالة من طين, ثم جعلناه نطفة في قرار مكين, ثم خلقنا الظنطفة مل الة فخل ن ن م العلة

Artinya: “Dan sebenarnya kita menciptakan manusia dari saripati (diturunkan) dari tanah. Lalu kita buat intisari air mani (yang disimpan) di tempat tetap (rahim). Lalu kita buat bekuan darah dari air mani, lalu kita jadikan bekuan darah itu menjadi gumpalan daging, dan kita jadikan gumpalan daging itu menjadi tulang, lalu kita bungkus tulangnya dengan daging. Lalu kita buat menjadi makhluk lain (wujud). Alhamdulillah, Pencipta yang terbaik. ” (QS Al-Mukminun ayat 12-14)

Ciptaan manusia

هو الذي خلقكم من تراب ثم من نطفة ثم من علقة ثم طف الا ثم لتبلغوا أشدكم لتكونوا شيوخا ووللا شيوخا وملوا ذيوخا ومذيو مي و م عيو م عيو مي ي تو مي بي تي تعيو م ي بي تي عيبي تي عيو مي بي تي

Artinya: “Dia menciptakan kamu dari tanah. Kemudian dari setetes air mani, lalu dari gumpalan darah. Kemudian dia dilahirkan sebagai seorang anak. Kemudian (kamu dapat hidup) sehingga kamu dapat tumbuh dewasa.” Kemudian (biarkan diri Anda hidup kembali.) Sampai usia tua beberapa dari Anda telah dirawat sebelumnya. (Kami melakukan ini) sehingga Anda akan sampai pada kematian yang telah ditentukan dan Anda akan mengerti. Dialah yang menghidupkan dan mematikan. Jadi ketika dia menentukan sesuatu, dia hanya berkata kepadanya: “Jadilah”, lalu jadilah dia. “(Quran, ayat 67-68)

Ayat-ayat ini menjelaskan bahwa Allah menciptakan semua manusia dari tanah, lalu Allah menciptakan manusia dari sperma dan menyimpannya di dalam rahim lalu melepaskan mereka sebagai bayi dari rahim, yang kemudian tumbuh dan berkembang. Seperti yang dijelaskan dalam hadits yang diceritakan oleh Muslim di bawah ini

“Memang, manusia diciptakan di perut ibunya setelah diproses selama empat puluh hari.” Kemudian selama empat puluh hari berikutnya menjadi segumpal daging. Kemudian selama empat puluh hari berikutnya menjadi segumpal daging. Setelah empat puluh hari berikutnya, Allah juga mengutus seorang malaikat untuk menghembuskan roh ke dalam dirinya dan diperintahkan untuk menulis empat hal. Makanan, kematian, amal dan kesengsaraan atau kebahagiaan. “(Hadits Muslim nomor 4781)

Sifat ciptaan manusia

Allah menciptakan manusia dengan dua unsur, yaitu jasmani dan rohani. Unsur fisik adalah tubuh atau badan manusia yang tersusun atas organ dan sistem organ. Unsur kedua adalah unsur roh atau jiwa. Kedua unsur ini berkaitan satu sama lain dan ketika kedua unsur tersebut dipisahkan manusia dikatakan telah mati sehingga tidak dapat lagi disebut sebagai manusia. Hakikat manusia menurut Islam, berdasarkan substansi ciptaan, dalam hubungannya dengan hakikat ciptaan manusia adalah sebagai berikut:

Makhluk Allah yang paling sempurna

Allah menciptakan manusia dengan kesempurnaan dan keunikan. Hal ini terlihat dari segala sesuatu yang melibatkan jiwa dan raga seseorang. Ia berbeda dengan makhluk lainnya bahkan Allah memerintahkan para malaikat untuk bersujud di hadapan Adam (AS) karena ia diberi akal dan ilmu. Seperti yang dikatakan Allah SWT dalam surat At Tin di bawah ini

لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ

Artinya: “Kami pasti menciptakan orang dalam bentuk terbaik.” (QS In Zinn Paragraph 4)

Umat ​​sebagai bukti kekuasaan Allah SWT

Sejak awal penciptaannya, manusia pertama, Adam As, mengakui Allah sebagai Tuhannya. Dan itu mendorong orang untuk selalu beriman kepada Allah SWT. Ciptaan manusia juga memiliki hakikat bahwa Allah menciptakan agama Islam sebagai pedoman hidup yang harus dijalani manusia selama hidupnya. Semua ajaran Islam diperuntukkan bagi manusia dan oleh karena itu manusia wajib beriman dan mengabdikan diri kepada satu-satunya Tuhan yaitu Allah SWT.

Manusia diciptakan untuk menjadi hamba Allah

Allah SWT menciptakan manusia untuk mengabdi dan menjadi hamba yang senantiasa menyembah dan menyembah Allah SWT sebagaimana disebutkan pada ayat berikut:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Itu berarti: “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia, tetapi agar mereka melayani aku.” (Surat Adz Zariyat ayat 56)

Ibadah yang harus dilakukan oleh manusia terdiri dari dua kelompok, yaitu ibadah yang bersifat khusus dan ibadah yang bersifat umum. Ibadah yang sifatnya khusus meliputi shalat wajib, puasa, zakat, haji, dan lain sebagainya. Sedangkan ibadah umum adalah ibarat amal shalih yang bermanfaat tidak hanya bagi diri sendiri tetapi juga bagi orang lain, dilandasi niat yang ikhlas dan hanya bertujuan mencari ridha Allah semata, seperti bersedekah, menjalin silaturahmi, menikah dan lain sebagainya. di.

Orang-orang diciptakan oleh Allah sebagai Khalifah

Kata khalifah berasal dari bahasa arab yaitu khalafa atau khalifatan yang artinya meneruskan sehingga kata khalifah adalah penerus Islam dan ajaran Allah SWT. Sebagai seorang yang bertindak sebagai khalifah, manusia dituntut untuk menjalankan tugasnya untuk selalu melindungi bumi dan makhluk lainnya, dan mereka akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang mereka lakukan di akhir zaman. Hal tersebut disebutkan dalam kata Allah SWT, Surat Albaqarah ayat 30 yang berbunyi:

وإذ ق ل ل ل ل مون

Yaitu: “Ingatlah ketika Tuhanmu berkata kepada para malaikat:” Sesungguhnya aku ingin menjadi khalifah di bumi. “Mereka berkata:” Mengapa Anda (khalifah) ingin menjadikan seseorang di bumi yang menyakitinya dan menumpahkan darah, meskipun kami selalu memuji dan menyucikan Anda? “Tuhan berkata:” Sungguh aku tahu apa yang tidak kamu ketahui. Surat Al Baqarah Ayat 30)

Karenanya, fitrah ciptaan manusia harus menyadarkan kita bahwa kita sebagai manusia diciptakan untuk beribadah dan memenuhi kewajiban kita di dunia sebagai khalifah.

Inilah pemeriksaan hakikat ciptaan manusia dari sudut pandang Islam. Semoga bisa bermanfaat dan menambah ilmu bagi kita semua. Terima kasih.

Lihat Juga: https://www.dutadakwah.co.id/doa-menyembelih-hewan/